Rabu, 12 Oktober 2016

Distribusi dan penerima televisi

BAB I
DISTRIBUSI dan PENERIMAAN Televisi

PENERIMAAN TELEVISI

Televisi hitam putih

Pada televisi hitam putih gambar tidak dapat dilihat sesuai dengan warna aslinya. Apapun yang terlihat dilayar kaca hanya tampak warna hitam dan putih. Hal ini sangat berbeda dengan televisi warna, yakni warna gambar yang tampil di layar akan terlihat menyerupai aslinya.
Televisi warna

Gambar yang kita lihat di layar televisi adalah hasil produksi dari sebuah kamera. Objek gambar yang ditangkap lensa kamera akan dipisahkan menjadi tiga warna dasar, yaitu merah (R= red), hijau (G=green), dan biru (B=blue).

Hasil pemisahan ini akan dipancarkan oleh pemancar televisi. Pemancar TV warna memancarkan sinyal-sinyal:

       Audio (suara)
       Luminansi (kecerahan gambar)
       Krominansi (warna)
       Sinkronisasi (vertikal / horizontal)
       Burst


Pada pesawat penerima televisi warna, semua warna alamiah yang telah dipisah ke dalam warna dasar R (red), G (green), dan B (blue) akan dicampur kembali pada rangkaian matriks warna untuk menghasilkan sinyal luminasi Y dan dua sinyal krominansi, yaitu V dan U menurut persamaan berikut :

Y = +0.30R +0.59G+0.11B

V = 0,877 ( R - Y )
U = 0,493 ( B- Y )




Bakuan Sistem

PAL (Phase  Alternating  Line)

Adalah sebuah encoding warna yang digunakan dalam sistem televisi broadcast, digunakan di seluruh dunia kecuali di kebanyakan Amerika, beberapa di Asia Timur menggunakan NTSC, sebagian Timur Tengah dan Eropa Timur, dan Prancis (menggunakan SECAM, walaupun kebanyakan dari mereka telah memulai proses menggunakan PAL).

PAL dikembangkan di Jerman oleh Walter Bruch, yang bekerja di Telefunken, dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1967. Catatan bahwa Thomson Prancis, di mana Henri de France mengembangkan SECAM, kemudian membeli Telefunken. Thomson juga berada di belakang merk RCA untuk produk elektronik

konsumen,    dan
RCA  menciptakan  standar  TV  warna
NTSC
(sebelum Thomson terlibat).



NTSC (National  Television  System  Committee)

NTSC dengan format terdiri dari 30 frame video per detik,
dimana
setiap
frame
terbentuk
dari
525    scanning    garis.    486
scanning membentuk  visible  raster  dan  sisanya  (vertical  blanking
interval)   digunakan  untuk sinkronisasi   dan   penyapuan
vertikal
serta
informasi
lain   seperti
teks
penutup  dan vertical interval
timecode.






Pada raster yang lengkap,
scanning genap (lower scanlines)
yaitu


garis   21-263  membentuk
bidang   gambar   yang   pertama
dan


scanning  ganjil  (upper  scanlines)  yaitu garis  283-525  membentuk


bidang  gambar  yang  kedua.  Sebagai  perbandingan,  system  PAL


menggunakan
625  garis  (576
visible  raster),  atau  dengan  kata

lain   memiliki
resolusi  vertikal
yang  cukup  tinggi,  tetapi  memiliki

resolusi frame yang rendah yaitu 25 frame atau 50 bidang gambar per detik.


PERKEMBANGAN PENERIMA TELEVISI
TV Satelit

Satelit digunakan pada transmisi sinyal televisi, yang berbentuk elliptical (lonjong, dengan kemiringan +/- 63.4 derajat dengan periode orbit sekitar 12 jam) atau orbit geostationary 37,000 km di atas katulistiwa.

TV Kabel

Merupakan  sebuah sistem jaringan yang terhubung langsung dari pusat penyedia  jasa  layanan  Audio  dan  Video.  TV  Kabel  ini  biasanya digunakan        untuk kebutuhan     layanan Hotel   atau   bahkan
masyarakat umum.


DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjCnpK4yMXPAhVDVZQKHY3oDHEQFggaMAA&url=http%3A%2F%2Fstaff.uny.ac.id%2Fsites%2Fdefault%2Ffiles%2FBAB%2520VI%2520SISTEM%2520PENERIMA%2520TELEVISI.pdf&usg=AFQjCNEfE2AEsW0ZSzTq2NaRbVwEm6h03Q&sig2=NiXIf3AEpBBu-x-PO1ycjw&bvm=bv.134495766,d.dGo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar