Rabu, 12 Oktober 2016

Distribusi dan penerima televisi

BAB I
DISTRIBUSI dan PENERIMAAN Televisi

PENERIMAAN TELEVISI

Televisi hitam putih

Pada televisi hitam putih gambar tidak dapat dilihat sesuai dengan warna aslinya. Apapun yang terlihat dilayar kaca hanya tampak warna hitam dan putih. Hal ini sangat berbeda dengan televisi warna, yakni warna gambar yang tampil di layar akan terlihat menyerupai aslinya.
Televisi warna

Gambar yang kita lihat di layar televisi adalah hasil produksi dari sebuah kamera. Objek gambar yang ditangkap lensa kamera akan dipisahkan menjadi tiga warna dasar, yaitu merah (R= red), hijau (G=green), dan biru (B=blue).

Hasil pemisahan ini akan dipancarkan oleh pemancar televisi. Pemancar TV warna memancarkan sinyal-sinyal:

•       Audio (suara)
•       Luminansi (kecerahan gambar)
•       Krominansi (warna)
•       Sinkronisasi (vertikal / horizontal)
•       Burst


Pada pesawat penerima televisi warna, semua warna alamiah yang telah dipisah ke dalam warna dasar R (red), G (green), dan B (blue) akan dicampur kembali pada rangkaian matriks warna untuk menghasilkan sinyal luminasi Y dan dua sinyal krominansi, yaitu V dan U menurut persamaan berikut :

Y = +0.30R +0.59G+0.11B

V = 0,877 ( R - Y )
U = 0,493 ( B- Y )




Bakuan Sistem

PAL (Phase  Alternating  Line)

Adalah sebuah encoding warna yang digunakan dalam sistem televisi broadcast, digunakan di seluruh dunia kecuali di kebanyakan Amerika, beberapa di Asia Timur menggunakan NTSC, sebagian Timur Tengah dan Eropa Timur, dan Prancis (menggunakan SECAM, walaupun kebanyakan dari mereka telah memulai proses menggunakan PAL).

PAL dikembangkan di Jerman oleh Walter Bruch, yang bekerja di Telefunken, dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1967. Catatan bahwa Thomson Prancis, di mana Henri de France mengembangkan SECAM, kemudian membeli Telefunken. Thomson juga berada di belakang merk RCA untuk produk elektronik

konsumen,    dan
RCA  menciptakan  standar  TV  warna
NTSC
(sebelum Thomson terlibat).



NTSC (National  Television  System  Committee)

NTSC dengan format terdiri dari 30 frame video per detik,
dimana
setiap
frame
terbentuk
dari
525    scanning    garis.    486
scanning membentuk  visible  raster  dan  sisanya  (vertical  blanking
interval)   digunakan  untuk sinkronisasi   dan   penyapuan
vertikal
serta
informasi
lain   seperti
teks
penutup  dan vertical interval
timecode.






Pada raster yang lengkap,
scanning genap (lower scanlines)
yaitu


garis   21-263  membentuk
bidang   gambar   yang   pertama
dan


scanning  ganjil  (upper  scanlines)  yaitu garis  283-525  membentuk


bidang  gambar  yang  kedua.  Sebagai  perbandingan,  system  PAL


menggunakan
625  garis  (576
visible  raster),  atau  dengan  kata

lain   memiliki
resolusi  vertikal
yang  cukup  tinggi,  tetapi  memiliki

resolusi frame yang rendah yaitu 25 frame atau 50 bidang gambar per detik.


PERKEMBANGAN PENERIMA TELEVISI
TV Satelit

Satelit digunakan pada transmisi sinyal televisi, yang berbentuk elliptical (lonjong, dengan kemiringan +/- 63.4 derajat dengan periode orbit sekitar 12 jam) atau orbit geostationary 37,000 km di atas katulistiwa.

TV Kabel

Merupakan  sebuah sistem jaringan yang terhubung langsung dari pusat penyedia  jasa  layanan  Audio  dan  Video.  TV  Kabel  ini  biasanya digunakan        untuk kebutuhan     layanan Hotel   atau   bahkan
masyarakat umum.


DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjCnpK4yMXPAhVDVZQKHY3oDHEQFggaMAA&url=http%3A%2F%2Fstaff.uny.ac.id%2Fsites%2Fdefault%2Ffiles%2FBAB%2520VI%2520SISTEM%2520PENERIMA%2520TELEVISI.pdf&usg=AFQjCNEfE2AEsW0ZSzTq2NaRbVwEm6h03Q&sig2=NiXIf3AEpBBu-x-PO1ycjw&bvm=bv.134495766,d.dGo

Selasa, 11 Oktober 2016

SEJARAH TELEVISI ANALOG dan DIGITAL

BAB I
Sejarah Televisi Analog dan Digital
 Pengertian Televisi
Televisi berasal dari 2 (dua) kata, yaitu tele (Yunani) y ang berarti jauh, dan visi (Lati n) yang berarti citra/ gambar. Jadi secara ut uh, televisi dapat diartikan se agai suatu sistem penyajian gambar berikut suara dari suatu tempat yang berjarak jauh.
Istilah televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara Intern ational Congress of Electricity yang perta ma, dalam Pameran Teknolog i Dunia di Paris pada tanggal 25 Agustus 1900.
Sejarah Penemuan Televisi dan Perkembangannya
1.     Pada tahun 1876, George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang

2.      listrik. Ke mudian oleh Eugen Goldstein, tembakan inar pada selenium camera yang ditemukan oleh George Care y tersebut dinamakan sinar katoda, karena dapat menembakkan gelombang sinar dalam tabung yang hampa.

3.      Pada tahun 1884, Paul Nipkov, seorang Ilmuwan Jerma n, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan lo gam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.

4.      Pada  tahun  1888,  Freidrich  Reinitzeer,  seorang  ahli   botani  dari

                                                              i.      Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), y ang kelak menjadi b ahan baku pembuatan LCD. Namun LCD s endiri baru
                                                            ii.      dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.

5.      Pada tahun 1897, Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan J erman yang bernama Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT den gan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dasar televisi layar tabung.
6.      Pada tahun 1907, Campbell Swinton dan Boris Ros ing dalam percobaa n terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.

7.      Pada tahun 1927, Philo T. Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat berhasil mengembangkan televisi modern per tama saat berusia 2 1 tahun. Gagasannya tentang image diss ector tube menjadi dasar kerja televisi.

8.      Pada  tahun  1929,  Vladimir  Zworykin  dari  Rusia  menye mpurnakan

                                                              i.      tabung katoda yang dinamakan kinescope. T emuannya mengemb angkan teknologi yang dimiliki CRT.

9.      Pada tahun 1940, Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan re solusi mencapai 343 garis.

10.  Pada tah un 1958, sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai t mpilan pada televisi dikemukakan Dr. Glenn B rown.

11.  Pada tah un 1964, Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertama ali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow . Langkah ini dilanjut kan oleh Larry Weber.

12.  Pada tahun 1967, James Fergason menemukan teknik twisted nematic, yaitu layar LCD yang lebih praktis.

13.  Pada tah un 1979, para ilmuwan dari perusahaan Kod ak berhasil mencipta an tampilan jenis baru Organic Light Emit ting Diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan je nis televisi OLED. S ementara itu, Walter Spear dan Peter L e Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film tra nsfer yang ringan.

14.  Pada tahun 1981, stasiun televisi Jepang NHK mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.

15.  Pada tahun 1987, Kodak mematenkan temuan OLE D sebagai peralatan display pertama kali.

16.  Pada tahun 1995, setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. a berhasil

                                                              i.      menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemer lang. Larry Weber ke mudian mengadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.

17.  Pada dekade 2000, masing masing jenis teknologi lay r semakin disempur nakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengelua rkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.

Televisi Analog

Pengertian dari televisi analog adalah televisi yang mengkod ekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan frekuensi dari sinyal. Sinyal video analog yang itampilkan pada pesawat televisi ini ditransmisikan melalui kabel atau pancaran udara, yang merupakan hasil dari berba ai bentuk gelombang continue. Nilai sinyal tersebut pada saat tertentu berada di nilai maksimum dan minimum.

Televisi Digital

Pengertian dari Televisi Digital adalah televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompr esi untuk menyebarluaskan video, audio, dan signal data ke pesawat televisi.



DAFTAR PUSTAKA
http://e-journal.uajy.ac.id/2933/3/2TA11242.pdf
digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Undergraduate-1018-BABII.pdf

Selasa, 09 Februari 2016

PEMETAAN MASALAH DI KELURAHAN JATIRAHAYU

PEMETAAN MASALAH DI WILAYAH KELURAHAN JATIRAHAYU
Di wilayah Jatirahayu sebenarnya cukup aman untuk tempat tinggal hanya saja di beberapa tempat sering terjadi masalah sosial seperti :
1.      Pencurian
2.      Tawuran
3.      Banyak anak yang nongkrong sampai larut malam
4.      Penemuan Uang palsu
di komplek Chandra baru pernah terjadi pencurian mobil, sepeda, sepeda motor. Lokasi di komplek Chandra baru sang pencuri sangat memanfaatkan keadaan komplek yang sepi jika larut malam

di jalan raya rawa bogo sering terjadi tawuran terutama di saat bulan ramadhan sangat di manfaatkan oleh pelaku untuk tawuran di jalan karna pada saat tawuran sedang berlangsung solat tarawih bahkan tidak jarang yang mengalami luka.

Di komplek bukit kencana sangat sering terjadi banyak anak nongkrong hingga larut malam kasus ini biasanya menimbulkan kejahatan yang lain seperti judi, narkoba, tawuran dan bahkan pencurian

Di rawa bacang pernah terjadi kasus penemuan uang palsu hingga membuat media heboh uang palsu sekarung yang di temukan membuat warga sekitar semakin was was dengan uang kembalian yang di terima dari pedagang.

ANALISIS

Analisis yang saya buat ini untuk mencegah salah satu dari beberapa masalah yang sudah disebutkan diatas tadi agar bisa dihindarkan/tidak terulang lagi di kemudian hari. Kasus pencurian ini sudah di tanggapi serius oleh warga sekitar dan dari pihak kelurahan karena sudah terjadi lebih dari 1 kali dan dilokasi yang sama, warga setempat mengatasinya dengan menambah anggota hansip/linmas yang akan bertugas berkeliling setiap malam atau siang hari, dan juga menambah jumlah pos kamling atau menambah sistem portal di setiap titik yang rawan terjadi pencurian.

rangkuman sosdas bab 6

BAB 6
PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

1. PELAPISAN SOSIAL
            I. Pengertian
            Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuktu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan terjadinya kelompok sosial maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakatau terbentuklah masyarakat yang berstrata.
Masyarakat tidak dapat dibayangkan tanpa adanya individu, demikian juga individu tidak dapat dibayangkan tanpa masyarakat.
Individu dan masyarakat adalah suatu hal yang komplementer dimana kita dapat lihat dari fakta, bahwa :
  • Manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya
  • Individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bisa menyebabkan perubahan besar dalam masyarakat.
Maka kita sekarang mengerti bahwa manusia sebagai makhluk sosial selalu mengalami perubahan sosial. Istilah stratifikasi berasal dari kata STRATA atau STRATUM yang berarti Lapisan.. Karena itu Social Stratification diterjemahkan menjadi Pelapisan Masyarakat. “Pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis).” Pitrim A. Sorokin.
            II. Pelapisan Sosial Ciri Tetap Kelompok Sosial
Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya sudah menjadi dasar dari seluruh sistem sosial masyarakat kuno. Di dalam organisasi masyarakat primitif pun di mana belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut :
  1. Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan hak dan kewajiban
  2. Adanya kelompok-kelompok pemimpin yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa
  3. Adanya pemimpin yang saling berpengaruh
  4. Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri
  5. Adanya orang-orang yang dikucilkan di luar kasta dan orang yang di luar perlindungan hukum (cutlaw men)
  6. Adanya pembedaan standar ekonomi dan di dalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum
Pendapat tradisional tentang masyarkat primitif sebagai masyarakat yang komunistis yang tanpa hak milik pribadi dan perdagangan adalah tidak benar. Apa yang sesungguhnya adalah kelompok ekonomi tersusun atas dasar ketergantungan timbal balik dan individu-individu yang aktif secara ekonomis.
Jika kita tidak dapat menemukan masyarakat yang tidak berlapis-lapis di antara masyarakat yang primitif, maka tidak mungkin untuk menemukannya di dalam masyarakat yang lebih maju atau berkembang. Bentuk dan proporsi pelapisan masyarakat yang telah maju dan bervariasi, tetapi pada dasarnya pelapisan masyarakat itu ada di mana-mana dan sepanjang waktu.
            III. Terjadinya Pelapisan Sosial
• Terjadi dengan sendirinya : proses ini terjadi sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya,tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Akibat tanpa disengaja maka bentuk lapisan dan dasar daripada pelapisan itu bervariasi menurut tempat,waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.

• Terjadi dengan disengaja : Sistem pelapisan yg disusun dengan disengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Di dalam sistem ini ditentukan wewenang dan kekuasaan ,maka didalam organisasi itu terdapat keteraturan sehingga jelas bagi setiap orang dimana letak kekuasaan dan wewenang yg dimiliki.
            IV. Pembedaan Sistem Pelapisan Menurut Sifatnya

1.) Sistem Pelapisan Masyarakat Yang tertutup
            Di dalam sistem ini perpindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lebih tinggi atau rendah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. Di dalam sistem ini satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan masyarakat adalah karena kelahiran. Sistem pelapisan masyarakat tertutup dapat kita temui dalam masyarakat India yang mengenal sistem kasta. sistem ini dibedakan menurut kasta :
a. Kasta Brahmana: golongan bangsawan pertama
b. Kasta Ksatria: golongsawan bangsawan kedua
c.  Kasta Waisya : golongan bangsawan ketiga
d. Kasta Sudra : golongan rakyat biasa
e. Paria : golongan mereka yg tidak mempunyai kasta,seperti gelandangan, peminta,dsb.
          

2.) Sistem Pelapisan Masyarakat Yang Terbuka
            Di dalam sistem ini memungkinkan masyarakat untuk dapat naik atau turun ke lapisannya lainnya. Sistem yang demikian ini dapat kita temukan di dalam masyarakat Indonesia sekarang ini. Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bila ada kesempata dan mempunyai kemampuan untuk itu. Tetapi disamping itu orang juga dapat turun dari jabatannya bila dia tidak mampu mempertahankannya.
Status (kedudukan) yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri disebut “Achieve status
                V. Beberapa Teori Tentang Pelapisan Sosial

Ada yang membagi pelapisan masyarakat menjadi 3 lapisan dengan 2-4 kelas:

1. Masyarakat kelas atas dan kelas bawah.
2. Masyarakat kelas atas ,kelas menengah, dan kelas bawah.
3. Masyarakat kelas atas,kelas menengah,kelas menengah kebawah,kelas bawah.

• Menurut Aristoteles : negara terdapat tiga unsur,yaitu mereka yg kaya sekali,mereka yang melarat sekali dan mereka yang berada ditengah-tengahnya.

• Menurut Dr.Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi :selama didalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya maka barang itu akan menjadi bibit yg dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis di masyarakat.

• Gaotano Mosoa : di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yg sngt kurang berkembang, sampai kepada masyarakat paling maju dan penuh kekuasaan. Kelas yg maju dan berkuasa selalu berjumlah sedikit dibandingkan dengan yg berkembang.

• Karl Max : tiap kedudukan dibagi menjadi :
a. Ukuran Kekayaan
b. Ukuran Kekuasaan
c. Ukuran Kehormatan
d. Ukuran Ilmu pengetahuan

2. Kesamaan Derajat

            Sifat perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal balik, artinya orang seorang itu sebagai anggota masyarakatnya, mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara. Beberapa hak dan kewajiban penting ditetapkan dalam Undang-undang (konstitusi) sebagai hak dan kewajiban asasi. Undang-undang tersebut berlaku sama pada setiap orang tanpa kecuali dalam arti semua orang mempunyai kesamaan derajat dan ini dijamin oleh undang-undang. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sektor kehidupan. Hak inilah yang banyak dikenal sebagai Hak Asasi Manusia.

                1.) Persamaan Hak
               Adanya kekuasaan negara seolah-olah hak individu lambat-laun dirasakan sebagai suatu yang mengganggu, karena di mana kekuasaan negara itu berkembang, terpaksa ia memasuki lingkungan hak manusia pribadi dan berkuranglah pula luas batas hak-hak yang dimiliki individu itu.
Mengenai persamaan hak ini selanjutnya dicantumkan dalam Universitas Declaration of Human Right dalam pasal-pasalnya, seperti dalam :
Pasal 1             :  “Sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. Mereka dikarunia akal dan budi hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan.”
Pasal 2 ayat 1  :  “Setiap orang berhak atas semua hak-hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum dalam pernyataan ini dengan tak ada kecuali apa pun, seperti misalnya bangsa, warna, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau pendapat lain, asal mula kebangsaan atau kemasyarakatan, milik, kelahiran ataupun kedudukan.”
Pasal 7             :  “Sekalian orang adalah sama terhadap undang-undang dan berhak atas perlindungan hukum yang sama dengang tidak perbedaan yang memperkosa pernyataan ini dan terhadap segala hasutan yang ditujukan kepada perbedaan semacam ini.”
2.) Persamaan Derajat Di Indonesia
           
 Berkaitan dengan adanya persamaan derajat dan hak juga tercantum dalam pasal-pasalnya secara jelas. Sebagaimana kita tahu RI menganut asas bahwa setiap warga negara tanpa kecuali memiliki kedudukan yg sama dalam hukum dan pemerintahan.
Hukum dibuat untuk melindungi dan mengatur masyarakat secara umum tanpa adanya perbadaan.
4 pokok hak asasi dalam 4 pasal UUD’45 adalah :
1. Tentang kesamaan kedudukan dan kewajiban warga negara di dalam hukum dan dimuka pemerintahan.
2. Hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
3. Kebebasan memeluk agama dan kepercayaan penduduk yg dijamin oleh negara.
4. Tiap warga negara berhak atas pengajaran yg diatur dengan undang-undang.

3. ELITE Dan MASSA
1.) ELITE
a. Pengertian
Elite adalah sekumpulan orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti yang khusus dapat diartikan sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
b. Fungsi Elite dalam memegang Strategi
Dalam hal ini kita dapat membedakan elite pemegang strategi secara garis besar sebagai berikut :
·         Elite politik (Elite yang berkuasa dalam mencapai tujuan, yang paling berkuasa biasanya disebut elite segala elite).
·         Elite ekonomi, militer, diplomatik dan cendekiawan (mereka yang berkuasa atau mempunyai pengaruh dalam bidang itu).
·         Elite agama, filsuf, pendidik dan pemuka masyarakat.
·         Elite yang dapat memberikan kebutuhan psikologis
2.) Massa
a. Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain.
b. Hal-hal yang penting dalam massa. Terhadap beberapa hal yang penting sebagian ciri-ciri yang membedakan di dalam massa :
·         Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota-anggotanya.
·         Massa merupakan kelompok yang anonim.
·         Keanggotannya berasal dari semua lapisan masyarakat.
Tidak bisa bertindak secara bulat atau sebagai suatu kesatuan (Very loosely organized).
4. Pembagian Pendapatan
1. Komponen Pendapatan
            Pada dasarnya dalam kehidupan ekonomi itu, hanya ada dua kelompok, yaitu rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen. Dalam rumah tangga produsen dilakukan proses produksi. Pemilik faktor produksi yang telah menyerahkan atau mengikutsertakan faktor produksinya ke dalam proses produksi akan memperoleh balas jasa. Pemilik tanah akan memperoleh sewa. Pemilik tenaga akan memperoleh upah. Pemilik modal akan memperoleh bunga dan pengusaha akan memperoleh keuntungan.
2. Perhitungan Pendapatan
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi besar atau kecilnya pendapatan:
  • Sewa tanah
  • Upah
  • Bunga modal
  • Laba pengusaha
  • Distribusi Pendapatan
3. Distribusi Pendapatan
Distribusi pendapatan adalah hal yang strategis, peka, dan penting dalam masalah pendapatan. Terdapat dua konsep cara pendistribusian pendapatan sesusai dengan sistem perekonomian yang diterapkan.
  • Aliran liberal/klasik menyatakan bahwa sesuai dengan teori ekonomi liberal, lalu-lintas dan arus distribusi pendapatan dengan sendirinya berlangsung baik dan adil, bila diatur oleh hukum permintaan dan penawaran secara bebas melalui pasar. Jadi berapa jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi sebaiknya ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran.
  • Campur tangan pemerintah dalam distribusi pendapatan melalui peraturan-peraturan, upah, pajak, sewa dan sebagainya.